BAGAIMANA PROSES PERUMUSAN PANCASILA, PKn Kelas 8

Bagaimana Proses Perumusan Pancasila?ini merupakan ringkasan yang diambil dari sumber terbaik dan dipilah untuk dipelajari oleh peserta didik yang berkunjung di Blog melajah.com

Kita harus pahami dahulu mengenai sejarah bangsa ini terbentuk. Bangsa luar yang pernah menginjakan kakinya di wilayah Nusantara adalah Portugis, Belanda, Spanyol, Inggris dan Jepang. Tahun 1512 Portugis datang ke Maluku yang dipimpin oleh Antonio d'Abreau. Ketika itu, kerajaan tidore dan ternate sedang ada konflik wilayah.

Dari berbagai sumber, didapatkan fakta kalau sikap penjajah yang kejam, memunculkan perlawanan dari berbagai daerah, contohnya Perlawanan Sultan Agung Tirtayasa (Banten), Pangeran Diponegoro (Yogyakarta), Teuku Umar (Aceh), Tuanku Imam Bonjol (Minagkabau), I Gusti Ketut Jelantik (Bali) dan Pattimura (Maluku).

Lahirnya Budi Utomo (20 mei 1908) menjadi tonggak perubahan perlawanan dari tingkat kedaerahan sampai nasional dan dari perlawanan menggunakan senjata menjadi diplomasi (organisasi).

Untuk mengetahui Proses Perumusan Pancasila, melajah.com merekomendasikan konsep belajar yang efektif seperti peta konsep berikut;
dasar proses perumusan pancasila dengan konsep dari melajah.com
Untuk memahaminya, berikut teori yang bisa dibaca dan setiap peserta didik mengetahui sejarah panjang sampai Rumusan Pancasila terbentuk.
  • Kongres Pemuda I, berlangsung di Jakarta pada tanggal 30 April 1926, Kongres ini dihadiri oleh organisasi kepemudaan seperti Jong Java, Sekar rukun, Jong Celebes
  • Kongres Pemuda II, yang berlangsung di Jakarta tanggal 27 - 28 Oktober 1928 dan hasilnya "SUMPAH PEMUDA"

Pada tanggal 1 maret 1945 Jepang membentuk suatu Badan Penyidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang anggotanya 67 orang. Sebagai ketua ditunjuk dr. K.R.T Radjiman Wediodiningrat.

Gagasan sidang BPUPKI tanggal 29 mei sampai dengan 1 juni 1945, dimana tokoh yang menyampaikan gagasan dasar negara Indonesia yaitu; Mr. Moh Yamin, Prof Dr. Soepomo dan Ir. Sukarno.

Inti dari Perumusan Pancasila, dapat di lihat dari usulan ketiga nasionalis ini;
  • Lima Dasar usulan Moh. Yamin (29 mei 1945);

> Peri Kebangsaan
> Peri Kemanusiaan
> Peri Ketuhanan
> Peri Kerakyatan
> Kesejahteraan Rakyat
  • Lima Dasar usulan Prof. Dr. Soepomo (31 mei 1945);
> Persatuan
> Kekeluargaan
> Keseimbangan lahir dan batin
> Musyawarah
> Keadilan Rakyat
  • Lima Dasar usulan Ir. Sukarno (1 Juni 1945);
> Kebangsaan Indonesia atau Nasionalisme
> Kekeluargaan
> Keseimbangan Lahir dan Batin
> Musyawarah
> Keadilan Rakyat

Lima dasar ini ternyata belum mendapatkan kesepakatan, akhirnya BPUPKI membentuk sebuah panitia yang tugasnya merumuskan DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA. 

Panitia itu disebut PANITIA SEMBILAN yang beranggotakan; Ir. Sukarno (ketua), Moh. Hatta (wakil ketua), Wahid Hasyim, Kahar Muzakir, A.A Maramis, Abikusno Cokrosuyoso, H. Agus Salim, Ahmad Subardjo dan Moh. Yamin.

Tanggal 22 juni 1945 Panitia Sembilan berhasil merumuskan dasar negara Indonesia yang kemudian dikenal sebagai Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. Isi Piagam Jakarta adalah;
  • Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Persatuan Indonesia.
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


BPUPKI mengambil isi rancangan Pembukaan UUD 1945 yang diambil dari Piagam Jakarta. Namun, beberapa tokoh dari Indonesia timur keberatan. Mulailah perdebatan alot, akhirnya sila pertama yang sebelumnya "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya"
diubah menjadi "Ketuhanan yang Maha Esa"
pancasila dalam konsep dasar oleh blog melajah.com
Tanggal 7 agustus 1945, BPUPKI dibubarkan dan untuk menindaklanjuti hasil kerjanya maka dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau saat itu dikenal dengan Dokuritsu Junbi Inkai.

PPKI ini beranggotakan 21 orang yang dipimpin oleh Ir. Sukarno dan Wakilnya Moh. Hatta

Nilai-nilai perjuangan dan semangat kebersamaan dari tokoh perumus Pancasila antara lain sebagai berikut;
  • Mereka berbeda, tetapi mereka tetap menyatu
  • Mereka memiliki cita-cita yang sama yakni Kemerdekaan
  • Mereka punya semangat pantang menyerah

Salah satu sikap bangsa saat itu, dalam mengambil keputusan dalam kepentingan bersama adalah melalui Musyawarah.

Perlu nitizen ketahui, jika kita mengambil keputusan, diperlukan dasar sebagai berikut;
  • Masalah akan lebih baik jika dipecahkan secara bersama-sama
  • Hasil pemikiran banyak orang akan lebih baik dari pemikiran sendiri
  • Dengan musyawarah kita dapat mengetahui pendapat setiap orang
  • Setiap orang memiliki pendangan yang berbeda-beda
  • Tanpa musyawarah akan banyak orang yang merasa terpaksa menjalankan keputusan

Baca Juga: Tentang Pemilu di Indonesia
Demikian hasil rangkuman yang bersumber dari berbagai informasi (seperti; buku, internet dan majalah).

Jadilah peserta didik, yang memahami materi pelajaran dengan metode konsep belajar kreatif dan inovatif. Belajar online selalu ingat dengan blog melajah.com
Silahkan datang kembali di blog pendidikan melajah dan kembangkan pola pikir cerdas dari konsep tersebut.
Majulah Pendidikan Indonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel