MITOLOGIS DEWA SIWA (Hal. 14)

Dewata memberkati Bhadra! setidaknya ia sadar akan tanggung jawab.

Ia mendekatkan cangklong dari tulang yak (sejenis domba besar berbulu lebat, hewan khas di pegunungan Himalaya) ke mulutnya, lalu mengisapnya dalam-dalam. Pada hari-hari lainnya ganja memberi kenikmatan yang melenakan, menghentikan sejanak pikirannya yang kacau dan membiarkan dirinya merasakan sata-sata penuh keriangan. Tapi tidak hari ini.

Ia melihat ke samping kiri, ke tepi danau tempat tempat para prajurit pengawal seorang tamu asing yang tengah dijaga. Dengan dua puluh prajuritnya yang menjaga mereka di tepi danau, tak mungkin bagi mereka melancarkan serangan mendadak.

infromasi Cerita Siwa bagain pertama
Mereka membiarkan diri dilucuti begitu mudah. Mereka tidak seperti para prajurit dungu yang haus darah di tanah orang dan mencari berbagai alasan untuk berperang.

Kata-kata orang asing itu mengiang kembali ditelinganya. "Datanglah ke negeri kami  di belakang pegunungan besar itu. Orang-orang menyebutnya Meluha. Aku menyebutnya Surga.
Meluha adalah kerajaan terkaya dan terkuat di  Bharatawarsa (India). Kerjaan kami juga terkuat dan terkaya di seluruh dunia. Pemerintahan kami menyambut para pendatang dengan tangan terbuka. Kalian akan diberi tanah yang subur dan semua perlengkapan untuk bertani. Hari ini, rakyatmu, suku Guna berjuang untuk bertahan hidup di tanah yang kering lagi tandus ini.
Meluha menawarkan kehidupan yang bahkan tak terbayangkan dalam mimpi terliar kalian. Kami tidak meminta imbalan apa-apa. Kami berharap kalian hidup damai, membayar pajak, dan mengikuti aturan di negeri kami.

Halaman Selanjutnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel