RANGKUMAN PEWARISAN SIFAT MAKHLUK HIDUP Kelas 9 SMP

Rangkuman Pewarisan Sifat Makhluk Hidup - Materi yang diulas hari ini berkaitan dengan pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) untuk kelas 9 (sembilan) tingkat Sekolah menengah Pertama. 

Melajah.com mencoba merangkum materi ini untuk memudahkan memahami secara dasar cara menyilangkan dengan istilah-istilah yang ada di dalam hasil persilangannya.

sebagai contoh, kata intermediet, homozigot, alel, heterozigot, genotif, fenotif, gamet, filial, parental sampai dengan cara penyilangan satu sifat beda (monohibrid) serta penyilangan dihibrid. Semuanya akan kita ketahui setelah menyelesaikan tulisan ini.

Pewarisan sifat

Banyak siswa yang belum paham ketika diberikan materi persilangan tanpa mengetahui dasarnya. Berkaca dari pengalaman ini blog Melajah.com akan memberikan rangkuman yang diharapkan bisa membawa pemahaman secara detail dan mudah diterapkan.

Pahami kata berikut:
  • intermediet memiliki sifat dominan yang tidak penuh atau tidak sempurna (kodominan) terhadapa m kecil.
  • homozigot biasanya alelnya identik (mirip /  sama) 
  • alel merupakan gen yang berpasang-pasangan dan berderet di dalam kromosom. (Kromosom ini bisa diartikan sebagai struktur berbentuk batang, letaknya di dalam inti sel atau organel sel tertentu dan mengandung gen).
  • heterozigot berbalik dengan homozigot, dimana dua alelnya berbeda atau tidak sama.
  • genotif merupakan sifat yang tidak tampak atau tidak kasat mata. Bisa dibilang segala hal yang tidak bisa diamati dengan mata, jadi biasanya disimbolkan dengan huruf besar atau kecil. Jadi, huruf ini bisa bersifat dominan (besar) dan resesif (huruf kecil).
  • fenotif memiliki makna yaitu sifat yang bisa di lihat atau tampak dari luar. Contohnya terlihat pendek, tinggi, panjang, lebar dan banyak lagi. Karena fenotif ini merupakan perpaduan dari genotif dengan lingkungan maka, bisa dikatakan jika dua individu yang mempunyai fenotif sama belum tentu memiliki genotif yang sama juga.
  • gamet bisa dikatakan sebagai sel reproduksi atau sel kelamin yang menyatukan sel kelamain jantan (sperm cell) dengan sel kelamin betina (ovum). Hasilnya penyatuan ini kita sebut dengan istilah zigot.
  • filial adalah keturunan dari hasil persilangan, biaanya disimbolkan dengan F1 (simbol keturunan pertama) atau F(simbol keturunan kedua) .
  • parental merupakan induk atau orang tua pertama dari suatu perkawinan atau persilangan.
  • monohibrid persilangan satu sifat beda, Contohnya T besar akan mendominasi t kecil
  • dihibrid merupakan persilangan dua sifat beda.
  • dominan merupakan sifat yang menutupi karakter lainnya, seperti warna, bentuk atau turunan berikutnya.
  • resesif merupakan kebalikan dari dominan, dimana sifat resesif tertutupi oleh dominansi.
  • gen merupakan sifat yang diturunkan dari parentalnya.
  • hereditas adalah pewarisan sifat dari generasi ke generasi. Pewarisan sifat ini terjadi pada makhluk hidup melalui perkembangbiakan generatif.
Setelah mengetahui arti dari masing-masing istilah di atas, selanjutnya dalam pembahasan materi Pewarisan Sifat akan selalu dibarengin dengan contoh soal berupa Persilangan. Adapun bentuk persilangan yang secara umum (sering) keluar dalam ulangan, ujian maupun penugasan.


  • Tanaman Ercis (Kacang Polong) berbatang tinggi (TT) disilangkan dengan tanaman Ercis berbatang kerdil / pendek (tt). T bersifat dominan terhadap t.
Bagaimana cara menjawabnya?
Pertama kita ketahui dahulu, induknya yang dikenal dengan istilah Parental (P)

P  :  TT  x  tt
(tinggi disilangkan dengan pendek)
lambang TT, tt merupakan genotif homozigot.
kata tinggi dan pendek merupakan fenotif.

G (gamet)  :  cara menentukan persilangannya yaitu T besar (keduanya) disilangkan dengan t kecil, hasilnya Tt (jumlahnya Tt) yang berupa Genotif heterozigot.

F1 Tt (tinggi)
Persilangan di atas merupakan bentuk Monohibrid, jika ingin mendapatkan Turunan kedua (F2) bisa dengan menyilangkan hasil F1

P1 :   Tt  x Tt (tinggi  x  tinggi)
Gamet  : T dan t
Fmenggunakan persegi Punnet
 Gamet
 T
 t
 T
 TT
Tt 
 t
 Tt
 tt
Perbandingan rasio genotifnya pada F2 TT  : Tt  : tt
                                                                    1  :  2  :  1

Perbandingan rasio fenotifnya pada F2 Tinggi   :  Pendek
                                                                          3    :     1

Persilangan bentuk dihibrid, akan lebih panjang bentuk diagram Punnetnya. Jika monohibrid hanya terdiri dari empat hasil persilangan, di dalam Persilangan Dua sifat beda akan diketahui 16 jenis yang bervariasi.
Nantinya jumlah perbandingan bisa berupa 9 : 3 : 3 : 1
atau  berupa persentase dengan perhitungan, misalnya 9 dibagi 16 dikali 100%
penentuan persentase ini disesuaikan dengan sifat yang didapatkan dari persilangannya.

Tambahan:
Pelopor pelaku persilangan pada tumbuhan adalah Gregor Jhonn Mendel, dengan uji cobanya yang terkenal yaitu menyilangkan tanaman ercis atau kacang polong.
Demikian hasil rangkuman Melajah.com,
Untuk mendukung pemahaman anda dalam menguasai konsep di atas, diharapkan juga mencari sumber pendukung lainnya seperti; media buku, internet atau referensi langsung dari tutornya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel