PRALAYA, KIAMAT MENURUT AGAMA HINDU

Jagad Raya atau Alam Semesta ini seperti mahkluk hidup, dimana berawal dari tidak ada menjadi ada dan akan kembali ke tidak ada. Tahapan ini akan berlangsung lama, jadi tidak perlu dipikirkan untuk ketakutan yang terjadi.

Perlu diketahui; Jagad Raya tidak hanya Bumi, namun kumpulan Galaksi yang terdiri dari Planet-planet, Satelit, Bintang dan benda-benda sekelilingnya. Bumi yang berpenghuni makhluk hidup seperti manusia, tumbuhan, hewan dan bakteri masih kalah besar jika dibandingkan dengan Galaksi lain di Jagad raya ini.

Ketika Bumi dikatakan hancur Pralaya atau Pralina, maka semua orbit planet Bumi terdekat (merkurius, venus, mars, jupiter, saturnus, uranus, neptunus) juga akan terganggu rotasinya atau dapat dikatakan sebagai akhir Zaman. 

Bagaimana Pandangan Anda, jika di lihat dari versi Agama?
Disini melajah.com akan mengulasnya berdasarkan konsep Agama Hindu.
maha Kehancuran Jagad Raya
Kehancuran besar atau Maha Pralaya dan sering di istilahkan dengan Hari Kiamat, Pralina merupakan keadaan ketika dunia ini sudah berada di fase akhir. Dari sumber berbeda (IG@Calonarangtaksu) di katakan, dunia ini tersedot atau mengalami kontraksi bersatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan). Pemahaman lainnya, dikatakan Jagad ini tersedot ke lubang hitam (Black Hole) dan menghilang.

Tahapan Proses Kiamat yang maha dasyat ini, posisi alam tidak lagi berwujud nyata (sekala), contohnya Tsunami (air bah), gempa bumi, longsor, fluktuasi dan lainnya. Tetapi Alam akan menunjukan keagungannya dalam bentuk niskala atau tidak bisa terlihat dengan kasat mata biasa.
Mahkluk hidup tidak mudah memahaminya, karena hilangnya alam beserta isinya begitu saja.

Ketika Kiamat terjadi, saat itu Bhatara Brahma sebagai Sang Pencipta akan mengakhiri semua kerja atau Akhir Karma dari semua kehidupan berhenti selanjutnya akan masuk ke alam Brahma Natha (malam hari Brahma).

Dunia tempat huni kita (saat ini) disebut dengan Brahma Diwa (siang hari Brahma). Satu hari Brahma disebut dengan Kalpa. Proses Pralaya ini tidak berlangsung cepat, namun wajib melewati 14 Yuga atau siklus.
Untuk Yuga yang dimaksud adalah 14 kali siklus di zaman Kertayuga, Tretayuga, Dwaparayuga, dan 14 kali Siklus di zaman Kaliyuga.

Saat ini manusia sudah memasuki Fase Kaliyuga, jadi akhir zaman pasti terjadi dan manusia diberi keterbatasan untuk mengetahuinya.

Kemana Manusia dan Mahkluk lainnya ketika alam ini Pralaya?

Dalam pandangan Agama Hindu, khususnya paham Siwa Sidhanta dikatakan bahwa kita tidak perlu khawatir dengan kiamat. Karena ketika Maha Pralaya terjadi maka tidak ada lagi surga dan neraka. Jadi, semua yang ada sekarang termasuk Dewa, Butha Kala, iblis akan Moksa atau menyatu dengan Tuhan.

Oleh karena itu, Menurut pandang Agama Hindu; Ketika Kiamat terjadi tidak ada istilah Orang yang jahat akan mendekam di Neraka Abadi dan Orang yang baik akan berada di Surga abadi. Karena alam material dan rohani akan kembali kepada asalnya.

Saat ini dunia baru mencapai Swata Manu atau yang ketujuh siklus Kali yuga, Jadi masih tersisa tujuh siklus Yuga lagi untuk Maha Pralaya.


Bagaimana tanda-tanda Akhir Zaman, jika di lihat dari pandangan Agama Hindu?
Akhir Zaman menurut Agama Hindu dikenal dengan Zaman Kali Yuga atau zaman terakhir dari empat Zaman dalam agama Hindu.
Empat Zaman yang dimaksud adalah:
  1. KrtaYuga (Satyayuga)
  2. TrtaYuga
  3. Dwaparayuga
  4. Kaliyuga
Menurut sumber Maha Rishi Sukadeva Goshwani;
Hidup di masa Kaliyuga terdapat 24 ciri-cirinya yaitu;
  • Dharma merosot dan Adharma berkembang subur
  • Moral dan hidup manusia merosot
  • Manusia bertabiat Asurik (Jahat)
  • Manusia munafik dan curang
  • Pejabat negara bermoral buruk dan rendah
  • Kekayaan material dan kenikmatan indria menjadi tujuan hidup
  • Keadilan ditentukan oleh kekuasaan
  • Perkawinan karena material dan seks berdasarkan prinsip suka sama suka
  • Segala hubungan bisnis berlandaskan tipu-muslihat
  • Para Pendeta sibuk dengan urusan mengenyangkan perut
  • Aturan hidup Varna-asrama dharma diabaikan
  • Manusia selalu berpikir keliru
  • Kekuasaan dicapai dengan kekuatan
  • Rakyat menderita karena bencana alam, kelaparan, beban pajak, penyakit dan kecemasan
  • Wanita hidup bebas dan tidak suci
  • Weda dimengerti dengan pola pikir atheistik
  • Kota-kota dikuasai oleh bandit
  • Hewan suci dibunuh untuk makanan
  • Majikan dan pelayan saling tidak setia
  • Laki-laki dikendalikan oleh wanita
  • Orang menipu melalui praktek kerohanian
  • Manusia menjadi amat individualistik
  • Manusia dan alam terkena polusi\
  • Manusia lupa dengan penciptaan karena Atheistik
melajah.com dalam cerita mitologis Hindu

Di dalam kitab Wisnu Purana juga disebutkan bahwa pertanda Kali Yuga yaitu;
Orang yang berbuat dosa akan berlipat ganda, kebajikan akan mengikis dan berhenti berkembang. Kehamilan diusia remaja bukanlah hal asing lagi. Umur manusia akan semakin pendek, raganya akan melemah secara mental dan rohaniah.
Para guru akan dilawan oleh muridnya, Nafsu akan mengontrol semuanya. Saat pohon jarang berbunga dan berbuah, Hujan turun tidak sesuai musimnya.

Ketika hal tersebut terjadi, maka akhir zaman (Kali Yuga) sedang dalam prosesnya. Kitab Weda tidak akan pernah berbohong dan nanti saat zaman akhir tiba, Menifestasi Dewa Wisnu (Kalki Awatara) turun untuk menyelamatkan alam ini.
Siklus ini akan kembali ke zaman Krtayuga.

Bentuk kayakinan ini akan berbeda dengan konsep Agama lain, contoh kristen dan Islam memandang siklus kelahiran berjalan Linier sementara Hindu dan Budha memandangnya Circular atau istilah lainnya reinkarnasi.

Zaman Kaliyuga dimulai setelah Shri Krishna moksa diperkirakan 3102 sebelum Masehi, dan akan berlangsung selama 432.000 tahun
.
Sumber berbeda juga menyebutkan bahwa Kalki Awatara akan turun ke dunia ini, untuk membinasakan mahkluk hidup yang berjalan dijaran Adharma dan akan kembali kepada Tuhan.
Musuh utama Kalki Awatara adalah Kali, yang di zaman ini dikenal dengan penguasa waktu. ia tidak mudah dibunuh bahkan oleh kalki sekalipun, karena ketika terjadi peperangan dan merasa kalah, Kali akan hilang ditelan waktu. Selanjutnya akan kembali ke masa Krtayuga.
Sumber: IG @CalonarangTaksu

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel