CARA MENJAGA TAKSU BALI LEWAT BUSANA ADAT


Jaga Taksu Bali dengan Busana Adat Bali

Cara Menjaga Taksu Bali lewat Busana Adat

 OM Swastyastu
Tanggal 11 Oktober 2018 merupakan hari perdana dalam Penggunaan Busana Adat Bali. Sesuai dengan Pergub No. 79 tahun 2018 yang telah disahkan serta pelaksanaan Penggunaan Pakaian Adat Bali sudah diinstruksikan ke pegawai lembaga pemerintahan, pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik dan pegawai lembaga swasta. 

Jadwal yang sudah ditetapkan dalam Penggunaan Pakaian Adat Bali yaitu; Hari Kamis, Rahine Purnama, Rahine Tilem, Hari Jadi Provinsi Bali dan Hari Jadi Kabupaten Kota.


Sesuai dengan arahan dari Gubernur Bali (Dr. Ir. I Wayan Koster M.M), Beliau mengharapkan bagi seluruh Krama Bali untuk mendukung dan melaksanakan kegiatan ini secara disiplin dan sungguh-sungguh.

Selain itu, bagi generasi muda Sekeha Teruna agar ikut berperan aktif melaksanakan intruksi Gubernur Bali. Kegiatan yang positif ini merupakan bentuk rasa memiliki dan tindih dengan memajukan Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya Bali, imbuh Pak Gubernur.

Aktualisasi Program ini adalah wujud Swadharma serta komitmen serius dalam mendukung upaya memajukan Adat, Tradisi, Agama, Seni dan Budaya Bali. 

Untuk memudahkan mengingat kapan saja menggunakan Busana Adat Bali, kini Melajah.com memberikan rangkumannya;

  • Hari Purnama dan Tilem setiap bulan sekali
  • Hari jadi Provinsi Bali: 14 Agustus
  • Kota Denpasar: 27 Februari
  • Kota Klungkung: 28 April
  • Kota Gianyar: 2 April 
  • Kota Badung: 16 November
  • Kota Bangli: 10 Mei
  • Kota Karangasem: 22 Juni
  • Kota Jembrana: 15 Agustus
  • Kota Tabanan: 29 November
  • Kota Buleleng: 30 Maret
Bagi umat non-Hindu diharapkan bisa menyesuaikan penggunaan Busana Adat Bali (sebagai adaftasi menghargai budaya lokal) atau menggunakan Pakaian Adat Nasional atau Adat Daerah masing-masing.

Penggunaan Busana Adat Bali merupakan salah satu Cara menjaga taksu Bali di era-global.

Kenapa penggunaannya di hari kamis? 
Karena pilihan terbaik dari semua hari (senin sampai minggu) adalah Kamis. Ulasan seragam kerja sampai muncul aturan di hari kamis, sebagai berikut:
  • Hari Senin menggunakan Seragam Dinas (Coklat)
  • Hari Selasa menggunakan Endek
  • Hari Rabu menggunakan pakaian warna Putih
  • Hari Kamis menggunakan Pakaian Adat Bali (Pakaian Nasional)
  • Hari Jumat menggunakan Pakaian Olahraga

*Warna Pakaian atau seragam menyesuaikan dengan peraturan instansi terkait.

Jika melihat data di atas, Penggunaan Busana Adat Bali di Hari Kamis merupakan kesesuaian yang sangat tepat dan mampu mengimbangi peraturan Nasional dengan Peraturan Lokal.

Dari segi Taksu Bali, Penggunaan Pakaian Adat merupakan bentuk Kearifan lokal yang harus dijaga dan bisa menjaga KeAjegan Budaya Bali.

Selain menggunakan busana adat Bali, Cara Menjaga Taksu Bali bisa melalui proses kegiatan keagamaan seperti:
  1. Mejejaitan canang, perlengkapan banten, dan segala kegiatan kesenian,
  2. Berbahasa Bali,
  3. Beryadnya
Taksu adalah kekuatan suci Tuhan yang dapat membangkitkan dan meningkatkan Kreativitas, Intelegensia, serta kemampuan intelektualitas seseorang yang dihubungkan pula dengan Kemahakuasaan manifestasi Tuhan (sumber: I Made Pasek Subawa).

Segala hal yang memiliki Taksu sering dikatakan metaksu. Taksu inilah yang menjaga Bali tetap Ajeg lestari sampai saat ini.

Berikut ini gambaran kegiatan Menjaga Taksu Bali di lingkungan Sekolah;

Peserta didik dalam berbusana adat Bali
Jaga Taksu Bali dengan Busana Adat Bali
Jaga Taksu Bali dengan Busana Adat Bali
Jaga Taksu Bali dengan Busana Adat Bali


Kesimpulan:
>  Cara menjaga Taksu Bali bisa melalui berbusana Adat Bali, berbahasa Daerah Bali, Melaksanakan kegiatan agama, seperti: mejejaitan dan melakukan Panca Yadnya.
> Konsep yang diterapkan oleh Gubernur Bali merupakan Program Mulia, Cerdas dan Ajeg Bali. Alasannya, Karena penggunaan busana Adat Bali di hari kamis sudah sangat tepat dan sesuai dengan Adat daerah Bali. Dampaknya tentu akan memberikan Aura Taksu bagi Provinsi Bali.

Semoga Artikel ini bermanfaat bagi Semeton Bali (khususnya) dan Berguna bagi Masyarakat Dunia (umumnya).
Salam Damai
"OM Santih Santih Santih OM"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel