🌼 Ngiring Melajah! Media Edukasi, Budaya Bali, dan Wisata Edukatif ✨ 🌼 Ngiring Melajah! Media Edukasi, Budaya Bali, dan Wisata Edukatif ✨ 🌼 Ngiring Melajah! Media Edukasi, Budaya Bali, dan Wisata Edukatif ✨

Pengertian Istilah-Istilah Penting dalam Ajaran Hindu: Sruti, Smrti, Panca Sradha, Catur Marga hingga Moksa

Agama Hindu memiliki ajaran yang sistematis dan mendalam. Untuk memahami esensinya, penting mengenal istilah-istilah dasar yang menjadi fondasi keyakinan dan praktik spiritual umat Hindu. Istilah seperti Sruti, Smrti, Panca Sradha, Catur Marga, Jagathita, Moksa, Bhineka Tunggal Ika, hingga Desa Kala Patra bukan sekadar teori, tetapi pedoman hidup yang membentuk karakter dan spiritualitas umat.

Artikel ini membahas secara lengkap dan terstruktur pengertian istilah penting dalam ajaran Hindu untuk pelajar, pendidik, dan masyarakat umum.

Sumber Ajaran Hindu: Sruti dan Smrti

Sruti

Sruti berarti “yang didengar”. Sruti adalah sabda suci Veda atau wahyu Tuhan yang diterima langsung oleh para Maha Rsi sekitar 1500 tahun SM. Karena berasal dari wahyu ilahi, Sruti dianggap sebagai sumber ajaran tertinggi dalam agama Hindu.

Kitab-kitab Veda termasuk dalam kelompok Sruti dan menjadi dasar seluruh ajaran Hindu.

Smrti (Dharmasastram)

Smrti berarti “yang diingat”. Smrti adalah kitab suci yang ditulis setelah manusia mengenal tulisan. Di dalamnya termasuk Dharmasastra, Itihasa, dan Purana.

Smrti berfungsi menjelaskan dan menyesuaikan ajaran Sruti dengan perkembangan zaman.


Sistacara dan Atmanastuti dalam Kehidupan Sehari-hari

Sistacara

Sistacara adalah penerapan ajaran Weda dalam kehidupan sehari-hari oleh para Rsi yang telah mencapai kesucian (meraga putus). Dalam konteks modern, Sistacara dapat diwujudkan melalui sikap jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab.

Atmanastuti

Atmanastuti adalah kepuasan batin atau kebahagiaan sejati yang muncul dari kedamaian hati dan kedekatan dengan Tuhan. Kondisi ini diperoleh melalui pengendalian diri dan ketenangan pikiran.


Tattwa, Susila, dan Acara: Tiga Kerangka Dasar Ajaran Hindu

Ajaran Hindu dibangun atas tiga kerangka utama:

Tattwa

Filsafat atau kebenaran tentang Tuhan, manusia, dan alam semesta.

Susila

Etika atau budi pekerti luhur dalam kehidupan bermasyarakat.

Acara

Praktik keagamaan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan.

Ketiganya saling melengkapi dan membentuk kesatuan ajaran yang utuh.


Panca Sradha: Lima Keyakinan Dasar Agama Hindu

Panca Sradha adalah lima dasar keyakinan umat Hindu:

1. Brahman

Percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa.

2. Atman

Percaya adanya roh atau atma yang menjiwai setiap makhluk.

3. Karma Phala

Percaya pada hukum sebab-akibat dari setiap perbuatan.

4. Punarbhawa (Samsara/Tumimbal Lahir)

Percaya pada kelahiran kembali hingga mencapai kesempurnaan.

5. Moksa

Percaya bahwa tujuan akhir kehidupan adalah bersatunya Atman dengan Brahman.

👉 Baca juga:
Materi lengkap tentang Kearifan Lokal Bali


Jagathita dan Moksa sebagai Tujuan Hidup

Jagathita

Jagathita berarti hidup bahagia, damai, dan sejahtera di dunia (sekala). Umat Hindu diajarkan untuk membangun keseimbangan hidup lahir dan batin.

Moksa (Kalepasan Atman Amor ring Acintya)

Moksa adalah kebebasan tertinggi, yaitu bersatunya atman dengan Tuhan (Acintya) dan terbebas dari siklus kelahiran kembali.


Catur Marga: Empat Jalan Menuju Tuhan

Untuk mencapai Moksa, Hindu mengenal empat jalan spiritual:

Bhakti Marga

Jalan pengabdian melalui doa dan sembahyang.

Karma Marga

Jalan pengabdian melalui tindakan tanpa pamrih (ngayah).

Jnana Marga

Jalan pengetahuan dengan mempelajari ajaran Weda.

Yoga Marga

Jalan meditasi dan pengendalian pikiran.

Samadhi

Samadhi adalah puncak Yoga, kondisi kesadaran tertinggi menuju Mukti atau Moksa.

👉 Artikel terkait dengan Dharmagita:


Bhineka Tunggal Ika dan Desa Kala Patra

Bhineka Tunggal Ika

Berbeda cara, tetap satu tujuan yaitu mencapai Moksa. Prinsip ini mencerminkan toleransi dalam keberagaman.

Desa Kala Patra

Artinya tempat, waktu, dan keadaan. Prinsip ini mengajarkan fleksibilitas dalam praktik keagamaan tanpa meninggalkan esensi ajaran.


Kesimpulan

Pengertian istilah dalam ajaran Hindu seperti Sruti, Smrti, Panca Sradha, Catur Marga, Jagathita, Moksa, Bhineka Tunggal Ika, dan Desa Kala Patra menunjukkan bahwa Hindu adalah ajaran yang menyeluruh.

Hindu mengajarkan keseimbangan antara filsafat, etika, dan praktik spiritual. Tujuan akhirnya adalah mencapai kebahagiaan duniawi (Jagathita) dan kebebasan rohani (Moksa).

Dengan memahami konsep-konsep ini, generasi muda dapat memperkuat pemahaman agama dan membangun karakter yang luhur.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Istilah-Istilah Penting dalam Ajaran Hindu: Sruti, Smrti, Panca Sradha, Catur Marga hingga Moksa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel