Sugihan Jawa dan Sugihan Bali: Makna Pembersihan Bhuana Alit dan Bhuana Agung
Hubungan Tumpek Uduh dan Galungan
Sebelum hari raya suci Sugihan Jawa dilaksanakan,
tepatnya 19 hari sebelumnya, umat Hindu merayakan hari raya Tumpek Uduh/Pengatag.
Hari ini menjadi penanda bahwa 25 hari lagi (selai dina jagi Megalungan) akan menyambut
Hari Raya Suci Galungan. Konsep ini ada kaitannya dengan Tri Hita Karana
Makna Filosofis Sugihan Jawa dan Bali
- Sugihan
Jawa: Merupakan simbolis penyucian makrokosmos
(Bhuana Agung) atau alam semesta sebagai tempat kehidupan. Secara sekala
(nyata), penyucian ini dilakukan dengan pembersihan pelinggih atau tempat
pemujaan.
- Sugihan
Bali: Merupakan penyucian mikrokosmos (Bhuana Alit)
atau diri sendiri secara lahir dan batin agar bersih dari noda.
Pembersihan ini umumnya dilakukan dengan upacara melukat, menggunakan
sarana bungkak/kelungah nyuh gading.
Penyucian secara makro dan mikro ini mengandung makna kemenangan Dharma atas Adharma, yaitu kemenangan kebaikan, kebenaran, dan kebijaksanaan dalam mengalahkan segala bentuk kejahatan serta sifat-sifat negatif dalam diri manusia.

Belum ada Komentar untuk "Sugihan Jawa dan Sugihan Bali: Makna Pembersihan Bhuana Alit dan Bhuana Agung"
Posting Komentar