🌼 Ngiring Melajah! Menemukan Pengetahuan dalam Satu Ruang Belajar✨ 🍃 Ngiring Melajah! Masuk dengan Penasaran, Pulang dengan Pengetahuan!✨ 🔥 Ngiring Melajah! Nyalakan Rasa Ingin Tahu, Taklukkan Dunia dengan Ilmu!✨ 🧠 Ngiring Melajah! Ruang Tepat untuk Pikiran yang Hebat.✨ 🚀 Ngiring Melajah! Menenun Kearifan, Merajut Pengetahuan di Ruang Masa Depan.✨

Sugihan Jawa dan Sugihan Bali: Makna Pembersihan Bhuana Alit dan Bhuana Agung

 Hubungan Tumpek Uduh dan Galungan

Sebelum hari raya suci Sugihan Jawa dilaksanakan, tepatnya 19 hari sebelumnya, umat Hindu merayakan hari raya Tumpek Uduh/Pengatag. Hari ini menjadi penanda bahwa 25 hari lagi (selai dina jagi Megalungan) akan menyambut Hari Raya Suci Galungan. Konsep ini ada kaitannya dengan Tri Hita Karana

Makna Filosofis Sugihan Jawa dan Bali

  • Sugihan Jawa: Merupakan simbolis penyucian makrokosmos (Bhuana Agung) atau alam semesta sebagai tempat kehidupan. Secara sekala (nyata), penyucian ini dilakukan dengan pembersihan pelinggih atau tempat pemujaan.
  • Sugihan Bali: Merupakan penyucian mikrokosmos (Bhuana Alit) atau diri sendiri secara lahir dan batin agar bersih dari noda. Pembersihan ini umumnya dilakukan dengan upacara melukat, menggunakan sarana bungkak/kelungah nyuh gading.

     

Penyucian secara makro dan mikro ini mengandung makna kemenangan Dharma atas Adharma, yaitu kemenangan kebaikan, kebenaran, dan kebijaksanaan dalam mengalahkan segala bentuk kejahatan serta sifat-sifat negatif dalam diri manusia.


 





Belum ada Komentar untuk "Sugihan Jawa dan Sugihan Bali: Makna Pembersihan Bhuana Alit dan Bhuana Agung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

SPACE IKLAN TERSEDIA
Optimalkan Publikasi Produk dan Jasa Anda
Hubungi Kami

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

KERJASAMA SPONSOR
Jalin Kolaborasi dan Promosikan Program Anda di Sini
AJUKAN PENAWARAN